• GJLS: Ibuku Ibu-Ibu
    GJLS: Ibuku Ibu-Ibu

    GJLS: Ibuku Ibu-Ibu (2025)

    By , in Comedy

    Rigen (Rigen Rakelna), Hifdzi (Hifdzi Khoir), dan Rispo (Rispo Ananta) adalah tiga bersaudara dengan pekerjaan yang bisa dibilang tidak jelas yang kemudian hidup mereka semakin berantakan setelah sang ibu meninggal dunia. Tanpa figur seorang ibu, kekacauan pun naik level.

    Hifdzi, MC dangdut part-time, sedang panik cari uang buat nikahin pacarnya yang hamil duluan. Rigen, si pawang hujan serabutan, harus ganti rugi mobil bosnya yang hilang. Dan Rispo? Dia diburu debt collector karena terlalu cinta judi online. Masalah mereka semakin bertambahan karena sang ayah, Tyo (Bucek Depp), malah muncul dengan kabar plot twist dia mau nikah lagi dengan Feni (Nadya Arina). Anak-anaknya? Tentu saja langsung bikin misi "GAGALKAN PERNIKAHAN AYAH!"

    Film komedi sejatinya adalah film yang dapat memberikan hiburan gelak tawa hasil situasi yang lucu. Dan inilahh faktor utama dari film ini yang tawarkan, komedi nonstop. Sejak awal, penonton sudah dihantam dengan adegan yang absurd, tidak nyambung, dan justru di situlah letak keseruannya. Bukan cuma lucu, tapi juga pecah! Mulai dari komedi receh yang bikin senyum-senyum sendiri, komedi absurd yang bikin bertanya "apa ini barusan?", sampai ke komedi khas trio GJLS. Bahkan jenis komedi di film ini gak pernah ditawarkan oleh film komedi sebelumnya.

    Sebagai seorang gjleser yang mengikuti perjalanan GJLS dari era podcast sampai sekarang, jujur ada rasa was-was. "Jangan-jangan filmnya tidak sesuai ekspektasi?" Tapi semua ketakutan itu langsung bubar begitu film dimulai. Ini bukan film biasa. Ini adalah film dengan ciri khas GJLS yang dikemas dengan energi khas mereka ngaco, ngawur, tapi jujur bikin ketagihan. Nggak ada kompromi, nggak ada yang ditahan-tahan, semuanya lepas dan meledak dalam bentuk tawa.

    Plot? Siapa peduli. Drama? Gak penting. Karakter development? Lupakan. Ini film yang tidak butuh itu semua. Karena ketika kamu datang menonton, kamu bukan nyari klimaks cerita, tapi nyari klimaks tawa. Ini bukan film untuk mikir, ini film untuk lepasin stres. Karena yang paling ditunggu di film ini adalah komedi apa yang akan mereka sajikan lagi atau siapa yang abis ini bakal jadi korban punchline selanjutnya?

    Film ini tuh kayak film pendek dari GJLS versi lebih liar, lebih kocak, tapi lebih tertata rapi dan lebih banyak adegan yang bikin kita bilang “INI KOK BISA ADA ADEGAN BEGINII!?” Tapi yaudah, kita terima aja, sambil ketawa. Karena film ini bukan sekadar hiburan, ini adalah film komedi absolut. Komedinya PEAK! Absurd-nya MAKSIMAL! Dan sebagai penonton, aku cuma bisa bilang satu hal

    KAGUMMMMMM, HIP!!!

    1000 10

    Lu kenapa ketawa-ketawa?

    Leave a Comment.